Ruko Soho Manhattan, Jl. M.H. Thamrin No.8 PIK 2, Kosambi Bar., Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten 15213, Indonesia

Home / Hair Blog / Hipertiroidisme: Alasan Rambut Jadi Mudah Patah

Hipertiroidisme: Alasan Rambut Jadi Mudah Patah

24/08/2026 5:11 AM

Dikutip dari Hair Loss and Thyroid Disorders oleh British Thyroid Foundation, gangguan tiroid yang berat dan berlangsung lama, termasuk hipertiroidisme, dapat menyebabkan rambut menipis secara menyeluruh dan biasanya membaik setelah kondisi tiroid ditangani.

Banyak orang mulai panik saat melihat rambut menumpuk di lantai kamar mandi, tersangkut di sisir, atau terlihat pendek-pendek seperti patah di sekitar garis rambut. Reaksi pertama biasanya menyalahkan sampo, catokan, pewarna rambut, atau perawatan salon. Memang, faktor luar seperti panas berlebih dan bahan kimia bisa membuat batang rambut rapuh. Namun, ada kalanya masalah rambut berasal dari dalam tubuh, salah satunya dari gangguan hormon tiroid.

Pada hipertiroidisme, tubuh seperti mesin yang dipaksa bekerja terlalu cepat. Jantung berdetak lebih kencang, berat badan bisa turun walau makan cukup, tangan mudah gemetar, tubuh lebih sensitif terhadap panas, dan rambut pun dapat ikut berubah. Rambut yang dulunya terasa tebal bisa menjadi lebih halus, ringan, mudah kusut, mudah rontok, bahkan mudah patah.

Yang sering membingungkan, rambut rontok dan rambut patah terlihat mirip bagi orang awam. Rambut rontok biasanya lepas dari akar, sering terlihat ada “bulatan putih kecil” di ujungnya. Rambut patah, sebaliknya, putus di tengah batang rambut, seperti benang yang rapuh lalu terbelah. Pada sebagian pasien hipertiroidisme, keduanya bisa terjadi bersamaan: folikel rambut terganggu dari dalam, sementara batang rambut menjadi lebih rentan rusak saat disisir, diikat, atau terkena panas.

Apa itu hipertiroidisme?

Dikutip dari 2016 American Thyroid Association Guidelines for Diagnosis and Management of Hyperthyroidism and Other Causes of Thyrotoxicosis, dr. Douglas S. Ross dkk. menjelaskan bahwa hipertiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid memproduksi dan melepaskan hormon tiroid secara berlebihan.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Walau ukurannya kecil, pengaruhnya besar. Tiroid menghasilkan hormon T4 dan T3, dua hormon yang membantu mengatur metabolisme, yaitu cara tubuh mengubah makanan menjadi energi. Bayangkan metabolisme seperti pedal gas mobil. Bila pedal gas ditekan terlalu dalam, mesin berputar terlalu cepat. Itulah gambaran sederhana hipertiroidisme.

Saat hormon tiroid berlebihan, tubuh masuk ke mode “terlalu aktif”. Kalori terbakar lebih cepat, suhu tubuh terasa lebih panas, jantung bekerja lebih keras, dan sistem saraf menjadi lebih sensitif. Pada sebagian orang, penyebabnya adalah penyakit Graves, yaitu kondisi autoimun ketika sistem imun keliru merangsang tiroid agar bekerja berlebihan. Penyebab lain bisa berupa nodul tiroid yang terlalu aktif, peradangan tiroid, atau konsumsi hormon tiroid yang tidak sesuai kebutuhan.

Hipertiroidisme bukan sekadar “hormon tinggi”. Ia dapat memengaruhi banyak organ, termasuk kulit, kuku, dan rambut. Karena rambut adalah jaringan yang pertumbuhannya sangat aktif, perubahan metabolisme tubuh sering terasa di area ini lebih cepat daripada yang kita kira.

Hubungan hipertiroidisme dengan kesehatan rambut

Hipertiroidisme

Dikutip dari jurnal Impact of Thyroid Dysfunction on Hair Disorders, R. S. Hussein dkk. menjelaskan bahwa hormon tiroid berperan dalam pertumbuhan, diferensiasi, metabolisme, dan pengaturan energi sel, termasuk sel yang berkaitan dengan folikel rambut.

Rambut tidak tumbuh begitu saja dari kulit kepala. Di bawah permukaan kulit ada folikel rambut, yaitu “pabrik kecil” yang memproduksi helai rambut. Pabrik ini membutuhkan suplai darah, nutrisi, sinyal hormon, dan ritme kerja yang stabil. Ketika hormon tiroid terlalu tinggi, ritme ini dapat terganggu.

Rambut memiliki siklus pertumbuhan. Fase anagen adalah fase tumbuh aktif, ibarat masa produktif ketika pabrik rambut sedang bekerja penuh. Setelah itu ada fase katagen, masa transisi singkat, lalu fase telogen, yaitu fase istirahat sebelum rambut akhirnya lepas. Pada kondisi tubuh yang stres secara hormonal, lebih banyak rambut bisa terdorong masuk ke fase telogen. Akibatnya, beberapa minggu hingga bulan kemudian, rambut tampak lebih banyak rontok.

Pada hipertiroidisme, masalahnya tidak hanya di jumlah rambut yang rontok. Tekstur rambut juga bisa berubah. Beberapa pasien merasa rambutnya menjadi lebih halus, licin tetapi lemah, mudah kusut, dan tidak sekuat biasanya. Jurnal kasus tahun 2024 juga mencatat bahwa hipertiroidisme dikenal dapat berkaitan dengan rambut yang tipis dan rapuh.

Inilah alasan mengapa pasien kadang berkata, “Rambut saya bukan cuma rontok, tapi seperti gampang putus.” Keluhan seperti ini perlu dilihat sebagai sinyal tubuh, bukan semata-mata masalah kosmetik.

Kenapa batang rambut menjadi rapuh dan mudah patah?

Dikutip dari Physiology, Hair dalam StatPearls, dr. Elijah Hoover dkk. menjelaskan bahwa batang rambut tersusun dari korteks, kutikula, dan kadang medula; korteks berperan besar dalam kekuatan, tekstur, dan sifat mekanis rambut.

Untuk memahami rambut patah, kita perlu mengenal struktur batang rambut. Kutikula adalah lapisan paling luar rambut. Bentuknya seperti genteng atap yang tersusun bertumpuk, berfungsi melindungi bagian dalam rambut. Di bawahnya ada korteks rambut, yaitu lapisan utama yang memberi kekuatan, warna, elastisitas, dan bentuk rambut. Anggap saja korteks seperti serat inti pada kabel, sementara kutikula adalah lapisan pelindung luarnya.

Saat tubuh mengalami hipertiroidisme, folikel rambut bekerja dalam lingkungan hormonal yang tidak stabil. Produksi rambut baru bisa menjadi kurang optimal. Helai yang keluar dari kulit kepala mungkin terasa lebih halus atau kurang kuat. Bila kutikula mudah terbuka atau rusak, korteks di dalamnya menjadi lebih terekspos. Akibatnya, rambut mudah kehilangan kelembapan, mudah kusut, dan lebih gampang patah saat terkena trauma mekanis.

Trauma mekanis artinya kerusakan akibat gesekan, tarikan, atau tekanan fisik. Contohnya menyisir terlalu kuat, mengikat rambut terlalu kencang, tidur dengan rambut basah, bleaching, catokan, blow dry panas, atau terlalu sering menggosok rambut dengan handuk. Pada rambut sehat, kebiasaan ini mungkin hanya membuat rambut sedikit kering. Pada rambut yang sudah melemah karena kondisi hormonal, efeknya bisa lebih jelas: rambut tampak bercabang, patah pendek-pendek, dan menipis tidak merata.

DermNet menjelaskan bahwa trichorrhexis nodosa, salah satu kelainan batang rambut yang sering menyebabkan rambut patah, terjadi ketika batang rambut yang lemah mengalami fraktur sebagian dan sel korteksnya terurai. Ini memberi gambaran bahwa rambut patah bukan sekadar “kering”, tetapi bisa melibatkan kerusakan struktur rambut.

Bedakan rambut patah, rontok, dan menipis

Dikutip dari Telogen Effluvium dalam StatPearls, dr. E. C. Hughes dkk. menjelaskan bahwa telogen effluvium adalah kerontokan rambut menyeluruh akibat banyak rambut masuk ke fase istirahat setelah stres metabolik, perubahan hormon, atau obat tertentu.

Pada pasien hipertiroidisme, ada tiga keluhan yang sering bercampur: rambut patah, rambut rontok, dan rambut menipis. Ketiganya saling berkaitan, tetapi tidak sama.

Rambut patah berarti helai rambut putus di bagian batang. Biasanya rambut yang jatuh terlihat pendek-pendek, tidak sepanjang rambut asli, dan tidak memiliki akar di ujungnya. Ini menandakan masalah utama ada pada kekuatan batang rambut.

Rambut rontok berarti helai rambut terlepas dari folikel. Pada telogen effluvium, kerontokan biasanya menyebar di seluruh kepala, bukan membentuk botak bulat kecil. British Thyroid Foundation juga menyebutkan bahwa kerontokan akibat gangguan tiroid berat cenderung bersifat diffuse, yaitu menyeluruh di kulit kepala.

Rambut menipis adalah hasil yang terlihat dari patah dan rontok yang berlangsung terus-menerus. Kulit kepala mulai lebih mudah terlihat, volume kuncir mengecil, dan belahan rambut tampak melebar. Pada pria atau wanita yang memang memiliki faktor genetik alopecia androgenetik, hipertiroidisme dapat membuat penipisan terlihat lebih cepat atau lebih dramatis.

Membedakan ketiganya penting karena penanganannya tidak sama. Rambut patah perlu perlindungan batang rambut. Rambut rontok karena telogen effluvium perlu mengatasi pemicu tubuh. Rambut menipis karena pola genetik mungkin membutuhkan terapi rambut jangka panjang setelah kondisi tiroid stabil.

Gejala lain yang sering menyertai hipertiroidisme

Dikutip dari Diagnosis and Treatment of Graves’ Disease dalam Endotext, Prof. dr. Leslie J. DeGroot menjelaskan bahwa gejala khas hipertiroidisme mencakup penurunan berat badan tanpa sebab jelas, jantung berdebar, tremor, intoleransi panas, berkeringat, cemas, sulit tidur, dan gangguan menstruasi.

Rambut mudah patah jarang menjadi satu-satunya tanda hipertiroidisme. Biasanya ada gejala lain yang sebenarnya sudah muncul, tetapi dianggap sebagai stres biasa, kurang tidur, atau efek kerja berlebihan.

Seseorang dengan hipertiroidisme bisa merasa jantungnya sering berdebar walau sedang duduk santai. Tangan dapat gemetar halus, terutama saat memegang benda kecil. Tubuh lebih mudah kepanasan, keringat lebih banyak, dan tidur terasa tidak nyenyak. Berat badan mungkin turun meski nafsu makan meningkat. Sebagian orang menjadi lebih mudah gelisah, cepat marah, atau merasa sulit fokus.

Pada wanita, siklus menstruasi bisa berubah. Pada beberapa pasien Graves, mata tampak lebih menonjol, kering, merah, atau terasa tidak nyaman. Kulit juga bisa terasa lebih hangat dan lembap. Kuku dapat menjadi lebih rapuh.

Ketika keluhan rambut muncul bersama tanda-tanda seperti ini, sebaiknya jangan hanya mengganti produk perawatan rambut. Tubuh mungkin sedang memberi petunjuk bahwa pemeriksaan hormon tiroid diperlukan.

Dampak jangka panjang jika hipertiroidisme tidak ditangani

Dikutip dari Thyrotoxicosis dalam StatPearls, dr. C. Blick dkk. menjelaskan bahwa kelebihan hormon tiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan irama jantung, kelemahan otot, osteoporosis, gagal jantung, hingga thyroid storm.

Dari sisi rambut, hipertiroidisme yang dibiarkan dapat membuat kerontokan berlangsung lebih lama. Rambut yang seharusnya mulai pulih bisa terus terdorong masuk ke fase istirahat. Batang rambut yang baru tumbuh pun mungkin belum memiliki kualitas optimal. Akhirnya, pasien merasa sudah memakai berbagai serum dan vitamin, tetapi rambut tetap tidak membaik karena akar masalahnya belum disentuh.

Dampak yang lebih besar terjadi pada tubuh secara keseluruhan. Jantung yang terus-menerus dipacu hormon tiroid bisa mengalami gangguan irama, salah satunya atrial fibrillation. Pada kondisi ini, detak jantung menjadi tidak teratur dan dapat meningkatkan risiko komplikasi lain. Tulang juga dapat kehilangan kepadatan lebih cepat, sehingga risiko osteoporosis dan patah tulang meningkat, terutama bila hipertiroidisme berlangsung lama. NICE juga mencatat bahwa hipertiroidisme overt berkaitan dengan peningkatan risiko osteoporosis dan fraktur.

Ada pula kondisi gawat darurat bernama thyroid storm, yaitu lonjakan berat aktivitas hormon tiroid yang dapat mengancam nyawa. Kondisi ini jarang, tetapi lebih mungkin terjadi bila hipertiroidisme berat tidak terkontrol.

Jadi, rambut patah bisa menjadi “pintu masuk” untuk mengenali masalah yang lebih dalam. Menangani hipertiroidisme bukan hanya demi rambut kembali sehat, tetapi juga demi menjaga jantung, tulang, metabolisme, dan kualitas hidup.

Cara diagnosis medis

Dikutip dari 2016 American Thyroid Association Guidelines, dr. Douglas S. Ross dkk. menjelaskan bahwa pada hipertiroidisme overt, kadar TSH biasanya rendah, sementara free T4, T3, atau keduanya meningkat.

Diagnosis hipertiroidisme tidak bisa hanya berdasarkan rambut mudah patah. Dokter akan memadukan cerita keluhan, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium.

Pemeriksaan darah biasanya mencakup TSH, free T4, dan T3. TSH dapat dibayangkan sebagai “pesan dari otak” yang menyuruh tiroid bekerja. Pada hipertiroidisme, hormon tiroid sudah terlalu banyak, sehingga otak menurunkan sinyal TSH. Karena itu, TSH sering sangat rendah. Free T4 dan T3 membantu melihat seberapa tinggi hormon tiroid yang aktif dalam tubuh.

Dokter juga dapat memeriksa antibodi tiroid, terutama bila dicurigai penyakit Graves. Pada beberapa kasus, USG tiroid atau pemeriksaan uptake yodium radioaktif diperlukan untuk mencari penyebab, misalnya apakah tiroid terlalu aktif secara menyeluruh atau ada nodul tertentu yang memproduksi hormon berlebihan. American Thyroid Association juga menyebutkan pemeriksaan fisik, kadar TSH/T4/T3, dan antibodi tiroid sebagai bagian dari evaluasi hipertiroidisme.

Untuk rambut, dokter kulit atau dokter rambut dapat melakukan pemeriksaan kulit kepala, hair pull test, trichoscopy, dan evaluasi batang rambut. Trichoscopy adalah pemeriksaan menggunakan alat pembesar khusus, seperti “kamera zoom” untuk melihat kulit kepala dan helai rambut lebih detail. Bila banyak rambut patah pendek-pendek, dokter akan menilai apakah ada kerusakan batang rambut, infeksi jamur, kebiasaan menarik rambut, efek bahan kimia, atau kombinasi dengan gangguan hormon.

Penanganan medis: tenangkan tiroid dulu, rambut menyusul

Dikutip dari Hyperthyroidism: Diagnosis and Treatment oleh dr. Irene Kravets dalam American Family Physician, hipertiroidisme akibat produksi hormon berlebihan dapat ditangani dengan obat antitiroid, radioiodine, atau operasi tiroid, tergantung penyebab dan kondisi pasien.

Prinsip utama penanganan rambut pada hipertiroidisme adalah menstabilkan hormon tiroid terlebih dahulu. Selama “mesin tubuh” masih terlalu cepat, rambut akan sulit pulih sepenuhnya meski perawatan luar sudah mahal dan lengkap.

Obat antitiroid seperti methimazole atau propylthiouracil bekerja dengan menurunkan produksi hormon tiroid. Pada pasien dengan jantung berdebar atau tremor, dokter dapat memberikan beta-blocker untuk membantu meredakan gejala sementara. Pilihan lain adalah radioiodine untuk menurunkan aktivitas jaringan tiroid, atau operasi bila ada indikasi tertentu, misalnya pembesaran tiroid besar, nodul mencurigakan, atau kondisi yang tidak cocok dengan terapi lain. Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa obat antitiroid membantu mengurangi gejala dengan menghambat produksi hormon tiroid, walau perbaikan biasanya berlangsung bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan.

Rambut tidak langsung membaik begitu hasil darah mulai normal. Siklus rambut punya waktu sendiri. Rambut yang sudah masuk fase telogen tetap bisa rontok selama beberapa waktu. Batang rambut yang sudah rusak juga tidak bisa “sembuh” seperti kulit luka yang menutup kembali, karena batang rambut adalah jaringan mati yang tidak memiliki sistem perbaikan aktif. Yang bisa dilakukan adalah menjaga rambut baru tumbuh lebih sehat dan mencegah kerusakan tambahan pada rambut yang masih ada.

Waspadai penggunaan suplemen rambut sembarangan, terutama biotin dosis tinggi. American Thyroid Association menyebutkan bahwa biotin dapat mengganggu hasil tes tiroid, membuat T4/T3 tampak tinggi palsu dan TSH tampak rendah palsu, sehingga berisiko menyesatkan diagnosis. Bila sedang menjalani evaluasi tiroid, beri tahu dokter semua suplemen yang dikonsumsi.

Perawatan rambut dan lifestyle agar batang rambut tidak makin rapuh

Dikutip dari Diet and Hair Loss: Effects of Nutrient Deficiency and Supplement Use, dr. Emily L. Guo dan dr. Rajani Katta menjelaskan bahwa kekurangan nutrisi tertentu dapat berkaitan dengan kerontokan rambut, tetapi kelebihan suplemen seperti selenium, vitamin A, dan vitamin E juga dapat memicu masalah rambut.

Perawatan rambut pada hipertiroidisme sebaiknya dibuat lembut dan realistis. Tujuannya bukan memaksa rambut tumbuh instan, melainkan menciptakan kondisi yang lebih aman selama hormon sedang distabilkan.

Gunakan sampo yang lembut dan tidak membuat kulit kepala terlalu kering. Conditioner dapat membantu melapisi kutikula, sehingga rambut lebih mudah disisir dan tidak cepat patah. Hindari menyisir agresif saat rambut basah karena rambut dalam kondisi basah lebih elastis tetapi juga lebih rentan tertarik. Gunakan handuk dengan cara ditekan perlahan, bukan digosok keras.

Kurangi catokan, curling iron, bleaching, smoothing, atau pewarnaan berulang sampai rambut lebih stabil. Bila harus mengeringkan rambut, gunakan suhu rendah atau sedang. Ikatan rambut sebaiknya longgar. Gaya rambut yang terlalu menarik akar, seperti ponytail ketat atau hair extension berat, dapat menambah trauma mekanis.

Dari sisi makanan, cukupkan protein karena keratin rambut dibentuk dari protein. Zat besi, zinc, vitamin D, dan beberapa mikronutrien lain juga berperan dalam kesehatan rambut, tetapi suplementasi sebaiknya berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren. Tubuh bukan gudang yang selalu lebih sehat bila diisi vitamin sebanyak mungkin. Pada beberapa kasus, kelebihan suplemen justru memperburuk kerontokan.

Tidur, manajemen stres, dan aktivitas fisik ringan juga membantu pemulihan tubuh. Namun, pada hipertiroidisme aktif yang belum terkontrol, olahraga berat perlu dibicarakan dengan dokter, terutama bila ada jantung berdebar atau mudah sesak.

Kapan perlu tindakan lanjutan seperti transplantasi rambut?

Dikutip dari Hair Restoration Surgery: Pre-surgical Considerations and Medical Optimization oleh dr. M. Tan dkk., telogen effluvium biasanya dapat membaik sendiri dan alopecia sekunder umumnya merespons terapi terhadap penyebab dasarnya, sehingga operasi restorasi rambut tidak selalu diperlukan pada fase aktif.

Transplantasi rambut bukan langkah pertama untuk rambut patah atau rontok akibat hipertiroidisme aktif. Bila penyebab utama masih berupa gangguan hormon, fokus awal adalah menstabilkan tiroid, menilai pola kerontokan, dan memberi waktu pada siklus rambut untuk pulih.

Tindakan seperti transplantasi lebih relevan bila setelah hormon tiroid stabil masih ada kebotakan berpola yang menetap, misalnya alopecia androgenetik pada pria atau wanita, garis rambut mundur, area crown menipis, atau kepadatan yang memang hilang karena faktor genetik. Bahkan dalam kondisi ini, dokter tetap perlu memastikan donor area cukup kuat, kerontokan tidak sedang aktif berlebihan, dan ekspektasi pasien realistis.

Pada pasien yang rambutnya mudah patah karena batang rambut rapuh, transplantasi tidak otomatis menyelesaikan masalah. Rambut transplantasi memang dipindahkan dari area donor yang lebih kuat, tetapi batang rambut tetap bisa rusak bila tubuh belum stabil atau kebiasaan perawatan masih terlalu agresif. Karena itu, evaluasi menyeluruh sangat penting: tes darah, pemeriksaan kulit kepala, riwayat obat, pola makan, stres, perawatan rambut, dan riwayat keluarga.

Pendekatan terbaik biasanya bertahap. Stabilkan hipertiroidisme. Rawat batang rambut dengan lembut. Koreksi kekurangan nutrisi bila terbukti ada. Pantau pertumbuhan rambut selama beberapa bulan. Bila setelah itu masih ada area yang membutuhkan restorasi, barulah diskusi tentang PRP, terapi medis rambut, atau transplantasi dapat dilakukan dengan lebih aman dan terarah.

Penutup: rambut memberi sinyal, tubuh yang perlu didengarkan

Dikutip dari Thyroid Hormone Action on Skin oleh dr. Joshua D. Safer, hormon tiroid memiliki pengaruh langsung pada kulit dan rambut, sehingga perubahan hormon dapat terlihat sebagai perubahan pada jaringan luar tubuh.

Rambut yang mudah patah sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Rasanya seperti ada yang berubah dari diri sendiri, apalagi bila rambut adalah bagian penting dari penampilan sehari-hari. Namun, keluhan ini sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai masalah estetika.

Pada hipertiroidisme, rambut bisa menjadi salah satu cermin kondisi tubuh. Ketika hormon tiroid terlalu tinggi, folikel rambut dapat terganggu, siklus pertumbuhan berubah, dan batang rambut menjadi lebih rentan patah. Perawatan luar tetap membantu, tetapi tidak akan maksimal bila sumber masalah dari dalam belum ditangani.

Kabar baiknya, banyak kasus rambut akibat gangguan tiroid dapat membaik setelah kondisi hormonal terkontrol. Prosesnya memang tidak instan. Rambut butuh waktu untuk keluar dari fase rontok, membentuk helai baru, lalu kembali terlihat lebih penuh. Sambil menunggu, perawatan lembut dan pemeriksaan medis yang tepat akan jauh lebih bermanfaat daripada mencoba terlalu banyak produk sekaligus.

Bila rambut mudah patah disertai jantung berdebar, berat badan turun tanpa sebab jelas, tangan gemetar, sulit tidur, mudah kepanasan, atau menstruasi berubah, jangan ragu memeriksakan tiroid. Kadang, langkah kecil seperti tes darah dapat membuka jawaban besar: bahwa rambut bukan sedang “manja”, melainkan sedang memberi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian.

ABHRS CertifiedFISHRS Fellow
Professor Dato’ Dr. JasGis a renowned Medical Aesthetic Doctor and founder of GLOJAS Specialist Clinic. With 27+ years of experience, he is Malaysia’s first FISHRS fellow and ABHRS diplomate. A pioneer in patented SMART™ hair restoration, he is President of the Malaysian Hair Restoration Society, specializing in innovative, evidence-based aesthetic medicine.
Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis Kami
Informasi Kontak Klinik
TangerangOpen Today
Alamat:

Ruko Soho Manhattan, Jl. M.H. Thamrin No.8 PIK 2, Kosambi Bar., Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten 15213, Indonesia

Hubungi Kami:

+62-21-3972-9882

Jam Operasional:

Senin - Minggu: 9:00 AM - 6:00 PM

On This Page

    Penafian Medis: Konten ini hanya untuk informasi dan edukasi, bukan saran medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berkualifikasi. Kami tidak bertanggung jawab atas keputusan atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi ini.