Ada satu produk skincare yang sering dianggap kurang menarik karena hasilnya tidak terlihat secara instan: sunscreen.

Serum dapat memberi sensasi kulit lebih lembap. Eksfolian terkadang membuat tekstur terasa halus dalam beberapa kali pemakaian. Sunscreen berbeda. Ia bekerja terutama dengan mencegah kerusakan yang belum terjadi. Karena hasilnya berupa kulit yang tidak terbakar, noda yang tidak semakin gelap, dan kerutan yang tidak muncul terlalu cepat, manfaatnya sering baru disadari setelah bertahun-tahun.
Bayangkan sunscreen seperti helm saat berkendara. Kita tidak memakainya karena berharap mengalami kecelakaan, melainkan untuk mengurangi dampak bila risiko muncul. Paparan sinar matahari juga bekerja perlahan dan berulang. Satu kali keluar rumah mungkin tidak menimbulkan perubahan besar, tetapi paparan harian dapat terakumulasi di dalam kulit.
American Academy of Dermatology merekomendasikan perlindungan matahari bagi semua warna kulit. Pilih sunscreen berspektrum luas, tahan air, dan memiliki SPF minimal 30 untuk kulit yang tidak tertutup pakaian.
Apa Itu Sunscreen dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Dikutip dari panduan American Academy of Dermatology, dermatolog Dr. Henry Lim menjelaskan bahwa sunscreen berspektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi membantu melindungi kulit dari radiasi ultraviolet ketika digunakan bersama langkah perlindungan lain, seperti mencari tempat teduh dan memakai pakaian pelindung.
Sunscreen adalah produk topikal yang membantu mengurangi jumlah radiasi ultraviolet yang mencapai dan merusak kulit. Produk ini sering disebut tabir surya.
Secara umum, sunscreen mengandung filter ultraviolet, yaitu molekul atau partikel yang menyerap, memantulkan, atau menyebarkan sebagian energi sinar ultraviolet sebelum energi tersebut menimbulkan kerusakan lebih jauh.
Istilah “chemical sunscreen” dan “physical sunscreen” sering digunakan untuk membedakan jenis filter. Namun, cara kerja keduanya tidak benar-benar bertolak belakang. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa baik sunscreen kimia, mineral, maupun hibrida membentuk lapisan yang menyerap sinar matahari; filter mineral juga dapat memantulkan sebagian radiasi.
Sunscreen organik atau chemical
Filter organik menyerap energi ultraviolet lalu mengubahnya menjadi energi dalam bentuk lain yang lebih rendah. Contohnya dapat mencakup avobenzone, octocrylene, octisalate, atau filter generasi baru yang tersedia di sejumlah negara.
Istilah “chemical” bukan berarti bahan tersebut otomatis berbahaya. Air, vitamin, dan komponen kulit juga merupakan zat kimia. Yang perlu dinilai adalah keamanan bahan, konsentrasi, formulasi, serta aturan penggunaannya.
Sunscreen mineral
Sunscreen mineral biasanya mengandung zinc oxide, titanium dioxide, atau kombinasi keduanya. Formula ini kerap dipilih untuk kulit sensitif, meski tetap dapat menimbulkan iritasi pada sebagian orang akibat bahan lain di dalam produknya.
Kekurangan yang sering dirasakan adalah white cast, yaitu lapisan putih atau abu-abu yang terlihat setelah aplikasi. Sunscreen berwarna atau tinted sunscreen dapat membantu mengurangi masalah tersebut.
Memahami Perbedaan UVA dan UVB
Dikutip dari panduan Food and Drug Administration mengenai sunscreen, para ahli menjelaskan bahwa label “broad spectrum” menunjukkan perlindungan terhadap UVA dan UVB. Hanya sunscreen berspektrum luas dengan SPF yang memadai yang boleh mengklaim membantu mengurangi risiko penuaan dini dan kanker kulit bila dipakai sesuai petunjuk.
Sinar ultraviolet yang paling relevan bagi kulit dibagi menjadi UVA dan UVB.
UVA: paparan yang masuk lebih dalam
UVA dapat mencapai lapisan kulit lebih dalam dan berperan besar dalam photoaging, yaitu penuaan kulit akibat paparan cahaya.
Bayangkan dermis sebagai rangka kasur yang berisi kolagen dan elastin. UVA dapat memicu pembentukan radikal bebas dan enzim yang merusak rangka tersebut. Dalam jangka panjang, kulit dapat mengalami:
- Garis halus.
- Kerutan.
- Tekstur kasar.
- Kekenduran.
- Warna kulit tidak merata.
- Bercak akibat matahari.
UVA juga dapat melewati kaca biasa dalam jumlah tertentu. Karena itu, orang yang duduk lama di dekat jendela atau sering berkendara tetap dapat mengalami paparan.
UVB: penyebab utama kulit terbakar
UVB lebih banyak memengaruhi lapisan permukaan dan menjadi penyebab utama sunburn atau kulit terbakar matahari.
Gejalanya meliputi kemerahan, rasa panas, nyeri, dan pada paparan berat dapat terbentuk lepuhan. UVB juga menyebabkan kerusakan materi genetik sel dan berkontribusi terhadap kanker kulit.
UVA dan UVB sama-sama perlu diperhitungkan. Itulah alasan label broad spectrum lebih bermakna daripada hanya melihat angka SPF.
Manfaat Sunscreen untuk Mencegah Kulit Terbakar
Dikutip dari panduan FDA, penggunaan sunscreen yang sesuai membantu melindungi kulit dari sunburn. Perlindungan terbaik tetap diperoleh ketika sunscreen dipadukan dengan pakaian pelindung, tempat teduh, dan pembatasan paparan saat matahari sangat kuat.
Sunburn terjadi ketika radiasi ultraviolet menimbulkan cedera pada sel kulit. Sistem imun kemudian merespons cedera tersebut dengan meningkatkan aliran darah dan proses inflamasi.
Inflamasi adalah reaksi pertahanan tubuh yang dapat dianalogikan seperti alarm kebakaran. Saat kerusakan terdeteksi, tubuh mengirimkan sinyal, pembuluh darah melebar, lalu area tersebut menjadi merah, hangat, dan nyeri.
Sunburn bukan sekadar perubahan warna sementara. Setiap kejadian menunjukkan bahwa kulit telah menerima kerusakan ultraviolet.
Sunscreen menurunkan jumlah radiasi yang masuk sehingga risiko terbakar berkurang. Perlindungannya tidak mutlak. Kulit masih bisa terbakar apabila produk terlalu sedikit, terhapus oleh keringat, tidak diaplikasikan ulang, atau paparan berlangsung sangat lama.
Manfaat Sunscreen dalam Mencegah Penuaan Dini
Dikutip dari penelitian acak yang dipimpin Dr. Maria Celia Hughes, penggunaan sunscreen setiap hari selama sekitar 4,5 tahun dikaitkan dengan tanda penuaan kulit yang lebih sedikit dibandingkan pemakaian sunscreen hanya sesekali. Kelompok harian mengalami sekitar 24% lebih sedikit peningkatan tanda penuaan yang terukur.
Penuaan kulit terjadi melalui dua jalur besar.
Pertama adalah intrinsic aging, yaitu penuaan alami yang dipengaruhi usia dan genetika. Kedua adalah extrinsic aging, yakni perubahan akibat faktor luar seperti radiasi matahari, polusi, dan merokok.
Paparan ultraviolet berulang dapat merusak:
- Kolagen, protein yang memberi kekuatan.
- Elastin, serat yang membantu kulit kembali ke bentuk semula.
- Pembuluh darah kecil.
- Distribusi pigmen.
- DNA sel kulit.
Kerusakan tersebut tidak selalu terlihat setelah satu kali berjemur. Ia menumpuk seperti halaman buku yang perlahan menguning akibat terus terkena cahaya.
Penelitian penggunaan sunscreen wajah setiap hari juga menemukan perbaikan pada tekstur, kejernihan, dan pigmentasi setelah pemakaian rutin selama satu tahun. Temuan tersebut tidak berarti sunscreen bekerja seperti obat penghapus kerutan, tetapi perlindungan konsisten memungkinkan kulit mengalami lebih sedikit kerusakan baru.
Manfaat Sunscreen untuk Flek dan Bekas Jerawat Hitam
Dikutip dari tinjauan Dr. Ashley Lyons dan tim mengenai perlindungan di luar ultraviolet, tinted sunscreen yang mengandung iron oxide dinilai bermanfaat bagi pasien dengan melasma dan hiperpigmentasi pascainflamasi karena turut melindungi kulit dari cahaya tampak.
Noda hitam bekas jerawat disebut hiperpigmentasi pascainflamasi atau PIH. Kondisi ini terjadi ketika peradangan jerawat merangsang melanosit menghasilkan melanin lebih banyak.
Melanin adalah pigmen alami kulit. Anggap melanin seperti payung biologis yang membantu menyerap sebagian energi cahaya. Ketika kulit mengalami inflamasi atau sering terkena cahaya, sel penghasil pigmen dapat menjadi lebih aktif.
Sunscreen membantu dengan dua cara:
- Mencegah noda lama menjadi semakin gelap.
- Mendukung bahan pencerah bekerja tanpa terus dilawan oleh paparan baru.
Pada orang dengan melasma atau bekas jerawat yang mudah menghitam, sunscreen berwarna yang mengandung iron oxide dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap cahaya tampak. Studi pada kulit Fitzpatrick tipe IV menunjukkan formula beriron oxide memberi perlindungan lebih baik terhadap pigmentasi akibat cahaya tampak dibandingkan sunscreen mineral tanpa warna.
Ini bukan berarti semua orang wajib memakai tinted sunscreen. Sunscreen transparan tetap berguna untuk perlindungan UVA dan UVB. Tinted sunscreen lebih relevan bila masalah utamanya adalah pigmentasi.
Manfaat Sunscreen dalam Menurunkan Risiko Kanker Kulit
Dikutip dari tinjauan uji klinis oleh Dr. Matthew Iannacone dan tim, bukti yang tersedia mendukung manfaat penggunaan sunscreen terhadap penurunan kejadian sebagian kanker kulit dan photoaging, walaupun sunscreen tetap harus menjadi bagian dari strategi perlindungan yang lebih luas.
Radiasi ultraviolet dapat merusak DNA di dalam sel kulit. DNA dapat dianalogikan sebagai buku petunjuk yang memberi tahu sel kapan harus tumbuh, bekerja, memperbaiki diri, dan berhenti membelah.
Bila kerusakan terjadi berulang dan tidak diperbaiki dengan baik, sel dapat tumbuh secara tidak terkendali. Proses inilah yang dapat berkontribusi terhadap kanker kulit.
Sunscreen bukan jaminan bahwa seseorang tidak akan mengalami kanker kulit. Risiko dipengaruhi banyak faktor, seperti:
- Intensitas paparan matahari.
- Riwayat sunburn.
- Warna kulit.
- Faktor genetik.
- Riwayat keluarga.
- Usia.
- Sistem kekebalan tubuh.
- Penggunaan tanning bed.
Uji acak besar di Australia menilai penggunaan sunscreen harian sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker kulit. Bukti tersebut menjadi salah satu dasar rekomendasi bahwa perlindungan matahari perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika pergi ke pantai.
Semua warna kulit tetap dapat mengalami kanker kulit. Warna kulit yang lebih gelap memang memiliki lebih banyak perlindungan melanin alami, tetapi perlindungan tersebut tidak lengkap. AAD menganjurkan sun protection bagi semua warna kulit.
Apakah Sunscreen Bermanfaat untuk Kulit Berjerawat?
Dikutip dari panduan American Academy of Dermatology, pemilihan sunscreen perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Produk tersedia untuk kulit kering, berminyak, sensitif, maupun rentan berjerawat, dan kenyamanan formula sangat menentukan konsistensi penggunaan.

Sunscreen tidak mengobati jerawat secara langsung, tetapi tetap menjadi bagian penting dari rutinitas acne-prone skin.
Jerawat dan obat jerawat seperti retinoid, benzoyl peroxide, azelaic acid, serta eksfolian dapat membuat kulit lebih mudah iritasi. Paparan matahari pada kulit yang sedang meradang dapat memperburuk kemerahan dan bekas kehitaman.
Untuk kulit rentan berjerawat, cari formula dengan label:
- Non-comedogenic.
- Oil-free bila kulit sangat berminyak.
- Fragrance-free bila sensitif.
- Tekstur gel, fluid, atau lotion ringan.
- Tidak meninggalkan rasa terlalu lengket.
Label non-comedogenic berarti produk diformulasikan agar cenderung tidak menyumbat pori, tetapi bukan jaminan mutlak. Reaksi kulit tetap individual.
Jerawat yang muncul setelah memakai sunscreen juga tidak selalu disebabkan filter UV. Pemicu dapat berasal dari parfum, minyak tertentu, bahan pembentuk lapisan, atau kebiasaan tidak membersihkan wajah pada malam hari.
Apa Arti SPF pada Sunscreen?
Dikutip dari FAQ sunscreen American Academy of Dermatology, dermatolog merekomendasikan sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi, berspektrum luas, dan tahan air. Angka SPF terutama menggambarkan perlindungan terhadap UVB ketika produk digunakan dalam jumlah yang diuji.
SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor.
Angka ini bukan berarti SPF 30 boleh dipakai selama 30 jam. SPF juga tidak menunjukkan perlindungan UVA secara langsung.
Dalam kondisi uji laboratorium:
- SPF 15 menyaring sekitar 93% UVB.
- SPF 30 menyaring sekitar 97% UVB.
- SPF 50 menyaring sekitar 98% UVB.
Tidak ada sunscreen yang menyaring 100% radiasi. Perbedaan persentasenya terlihat kecil, tetapi SPF lebih tinggi dapat memberi cadangan perlindungan karena kebanyakan orang menggunakan produk lebih sedikit daripada jumlah yang diuji.
Untuk penggunaan sehari-hari, AAD menyarankan SPF minimal 30. Aktivitas di luar ruangan, olahraga, pantai, atau riwayat mudah terbakar dapat membuat SPF 50 lebih praktis.
Apa arti PA++++?
Sistem PA banyak digunakan pada produk Asia dan menggambarkan tingkat perlindungan UVA berdasarkan pengukuran persistent pigment darkening.
Semakin banyak tanda plus, semakin tinggi perlindungan UVA dalam sistem tersebut. Namun, aturan pelabelan berbeda antarnegara. Untuk pilihan yang sederhana, perhatikan kombinasi:
- Broad spectrum.
- SPF minimal 30.
- PA+++ atau PA++++ bila dicantumkan.
- Water resistant bila dibutuhkan.
Cara Memilih Sunscreen Berdasarkan Jenis Kulit
Dikutip dari panduan AAD mengenai pemilihan sunscreen, dermatolog menekankan bahwa sunscreen terbaik adalah produk yang memberikan perlindungan memadai dan dapat digunakan secara konsisten. Tinted sunscreen juga dapat membantu mengurangi white cast serta melindungi dari cahaya tampak yang memperburuk noda.

Kulit berminyak dan berjerawat
Pilih tekstur gel, watery lotion, atau fluid yang cepat menyerap. Label non-comedogenic lebih sesuai bila pori mudah tersumbat.
Hindari menganggap semua minyak pasti buruk. Yang paling menentukan adalah keseluruhan formulasi dan respons kulit setelah beberapa hari pemakaian.
Kulit kering
Cari sunscreen berbentuk krim atau lotion dengan kandungan pelembap seperti glycerin, ceramide, hyaluronic acid, atau squalane.
Humektan seperti glycerin bekerja seperti spons yang menarik air ke lapisan permukaan. Ceramide membantu “semen” pada dinding skin barrier tetap kokoh.
Kulit sensitif
Formula tanpa parfum dan alkohol yang terlalu menyengat sering lebih mudah ditoleransi. Zinc oxide atau titanium dioxide dapat menjadi pilihan, walau bukan berarti pasti bebas iritasi.
Lakukan uji pada area kecil selama beberapa hari sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah.
Kulit dengan melasma atau noda hitam
Pertimbangkan tinted sunscreen dengan iron oxide. Pilih warna yang cukup menyatu dengan kulit agar jumlah yang digunakan tidak dikurangi karena khawatir terlihat seperti memakai masker.
Kulit yang mudah berkeringat
Pilih produk dengan label water resistant 40 atau 80 menit. Istilah tahan air bukan berarti produk kebal air sepanjang hari. Aplikasi ulang tetap dibutuhkan setelah berenang, berkeringat banyak, atau mengeringkan wajah dengan handuk.
Cara Memakai Sunscreen dengan Benar
Dikutip dari American Academy of Dermatology, sunscreen perlu diaplikasikan ke seluruh kulit yang tidak tertutup, digunakan sebelum keluar rumah, dan diulang sekitar setiap dua jam ketika berada di luar ruangan atau setelah berenang dan berkeringat.
Urutan skincare pagi dapat dibuat sederhana:
- Pembersih wajah.
- Obat atau serum sesuai kebutuhan.
- Pelembap.
- Sunscreen.
- Makeup bila digunakan.
Sunscreen menjadi langkah terakhir skincare dan sebelum makeup.
Berapa banyak sunscreen untuk wajah?
Jumlah yang sering digunakan sebagai panduan praktis adalah sekitar dua ruas jari untuk wajah dan leher. Kebutuhan sebenarnya bergantung pada luas wajah, tekstur produk, dan area yang ditutup.
Jangan melupakan:
- Telinga.
- Garis rambut.
- Leher depan dan belakang.
- Kelopak serta sekitar mata bila formula aman.
- Bibir menggunakan lip balm ber-SPF.
Aplikasikan secara merata, bukan hanya pada bagian wajah yang mudah menghitam.
Kapan harus diaplikasikan ulang?
Aplikasikan ulang setiap sekitar dua jam ketika berada di luar ruangan. Ulangi lebih cepat setelah berenang, berkeringat, atau menyeka wajah.
Bila seharian berada di dalam ruangan jauh dari jendela, kebutuhan pengulangan dapat lebih rendah. Namun, orang yang duduk dekat jendela, sering keluar-masuk, berkendara, atau berkeringat tetap perlu mempertimbangkan aplikasi ulang.
Sunscreen stick, cushion, spray, atau powder dapat membantu touch-up, tetapi jangan mengandalkan lapisan yang sangat tipis sebagai satu-satunya aplikasi pagi.
Apakah Sunscreen Tetap Dibutuhkan Saat Mendung atau di Dalam Ruangan?
Dikutip dari panduan AAD mengenai pencegahan penuaan dini, perlindungan matahari dianjurkan setiap hari ketika kulit akan terpapar di luar rumah, termasuk saat menjalankan aktivitas rutin dan bukan hanya ketika cuaca terasa terik.
Awan tidak menghalangi seluruh radiasi ultraviolet. Cuaca terasa sejuk bukan berarti paparan UVA dan UVB tidak ada.
Sunscreen tetap relevan ketika:
- Cuaca mendung.
- Berkendara.
- Duduk lama dekat jendela.
- Berjalan singkat pada siang hari.
- Menggunakan bahan skincare yang mudah menyebabkan iritasi.
- Memiliki melasma atau PIH.
Untuk ruangan tanpa jendela dan tanpa aktivitas keluar, paparan UV tentu jauh lebih kecil. Sunscreen bukan ritual yang harus menimbulkan kecemasan. Fokusnya adalah perlindungan yang masuk akal sesuai paparan nyata.
Cahaya dari layar ponsel dan komputer bukan alasan utama semua orang harus memakai sunscreen. Cahaya tampak dari matahari jauh lebih intens. Pada gangguan pigmentasi tertentu, perlindungan cahaya tampak tetap relevan, terutama menggunakan tinted sunscreen beriron oxide.
Apakah Sunscreen Aman Digunakan Setiap Hari?
Dikutip dari FDA, sunscreen berspektrum luas membantu mengurangi sunburn, penuaan dini, dan risiko kanker kulit bila digunakan sesuai label bersama langkah perlindungan lainnya. FDA terus menilai bahan aktif sunscreen agar memenuhi standar keamanan dan efektivitas.
Bagi kebanyakan orang, sunscreen aman digunakan setiap hari sesuai petunjuk.
Efek samping yang mungkin muncul antara lain:
- Rasa perih di sekitar mata.
- Kemerahan.
- Gatal.
- Komedo.
- Ruam alergi.
- Kulit terasa kering atau terlalu berminyak.
Reaksi tersebut sering berhubungan dengan satu bahan tertentu, bukan berarti semua sunscreen tidak cocok.
Hentikan produk dan konsultasikan bila muncul bengkak, bentol, lepuhan, rasa terbakar berat, atau sesak napas.
Bayi di bawah usia enam bulan sebaiknya lebih banyak dilindungi melalui pakaian, topi, dan tempat teduh. Pemakaian sunscreen pada bayi perlu mengikuti anjuran dokter dan panduan setempat.
Kesalahan yang Membuat Sunscreen Tidak Bekerja Maksimal
Dikutip dari panduan FDA mengenai pelabelan sunscreen, efektivitas perlindungan bergantung pada pemakaian yang cukup, aplikasi ulang, dan penggunaan bersama langkah perlindungan matahari lain.
Kesalahan paling umum bukan memilih merek yang salah, melainkan cara pakainya.
Menggunakan terlalu sedikit
Sunscreen diuji dalam jumlah tertentu. Lapisan yang terlalu tipis menghasilkan perlindungan lebih rendah daripada angka pada kemasan.
Hanya menggunakannya saat cuaca panas
Radiasi ultraviolet tidak dapat dinilai hanya dari rasa panas. Suhu dipengaruhi sinar inframerah dan kondisi lingkungan, sedangkan UVA tetap dapat tinggi saat udara terasa sejuk.
Tidak mengaplikasikan ulang
Keringat, minyak, air, gesekan masker, sentuhan tangan, dan handuk dapat mengurangi lapisan sunscreen.
Menganggap makeup ber-SPF sudah cukup
Foundation atau cushion ber-SPF dapat menambah perlindungan, tetapi jumlah makeup yang digunakan biasanya terlalu sedikit untuk mencapai nilai SPF pada label.
Gunakan sunscreen sebagai dasar, lalu makeup ber-SPF sebagai tambahan.
Mengandalkan sunscreen tanpa perlindungan lain
Sunscreen bukan izin untuk berada di bawah matahari tanpa batas. Kombinasikan dengan:
- Tempat teduh.
- Topi bertepi lebar.
- Kacamata hitam berproteksi UV.
- Pakaian tertutup.
- Membatasi paparan pada jam terik.
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter Kulit?
Dikutip dari panduan AAD, perlindungan matahari penting untuk mencegah kerusakan kulit, tetapi perubahan kulit yang mencurigakan tetap membutuhkan pemeriksaan dokter dan tidak boleh hanya ditutupi sunscreen atau kosmetik.
Temui dokter bila:
- Tahi lalat berubah ukuran, bentuk, atau warna.
- Muncul luka yang tidak sembuh.
- Bercak mudah berdarah.
- Kulit sangat sensitif terhadap matahari.
- Setiap sunscreen menimbulkan ruam berat.
- Melasma atau pigmentasi semakin luas.
- Sedang menggunakan obat yang meningkatkan fotosensitivitas.
- Memiliki riwayat kanker kulit.
- Ingin memilih sunscreen setelah prosedur laser, peeling, atau operasi kulit.
Sunscreen melindungi kulit dari paparan baru, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan untuk lesi yang sudah mencurigakan.
Penutup: Sunscreen Bukan Sekadar Produk Pencerah
Sunscreen membantu mengurangi kulit terbakar, photoaging, noda akibat jerawat, melasma yang memburuk, dan risiko sebagian kanker kulit. Manfaat tersebut tidak selalu terlihat dalam tujuh hari, tetapi menjadi sangat berarti ketika digunakan konsisten selama bertahun-tahun.
Pilih sunscreen broad-spectrum SPF minimal 30, tahan air bila diperlukan, dan memiliki tekstur yang nyaman. Gunakan dalam jumlah cukup, aplikasikan ulang sesuai aktivitas, lalu kombinasikan dengan topi, pakaian pelindung, serta tempat teduh.
Produk terbaik bukan selalu yang paling mahal atau memiliki angka SPF tertinggi. Produk terbaik adalah sunscreen dengan perlindungan memadai yang benar-benar dapat digunakan setiap hari.
10 FAQ tentang Sunscreen
Jawaban praktis mengenai SPF, waktu pemakaian, aplikasi ulang, pemilihan produk, serta manfaat sunscreen bagi kesehatan wajah.