Skin Boosters vs Dermal Fillers — Apa Bedanya dan Mana yang Anda Butuhkan?
‘
Perawatan estetika modern semakin berkembang pesat. Saat ini, banyak orang mencari cara untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat, halus, dan tampak lebih muda tanpa harus menjalani operasi. Dua perawatan yang sering dibandingkan adalah skin booster dan dermal fillers.
Meski keduanya sama-sama dilakukan melalui prosedur injeksi, sebenarnya fungsi dan tujuan dari kedua treatment ini cukup berbeda. Banyak orang masih bingung memilih mana yang paling cocok untuk kebutuhan kulit mereka.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan Skin Booster vs Dermal Fillers? Dan mana yang lebih tepat untuk Anda? Artikel ini akan menjelaskan perbedaannya secara sederhana agar Anda bisa memahami fungsi masing-masing treatment.
Apa Itu Skin Booster?
Skin booster adalah perawatan injeksi yang bertujuan meningkatkan kualitas kulit dari dalam. Treatment ini biasanya menggunakan hyaluronic acid dengan konsentrasi ringan yang disuntikkan secara merata ke lapisan kulit.
Tujuan utama skin booster bukan untuk menambah volume wajah, melainkan untuk:
-
meningkatkan hidrasi kulit
-
memperbaiki tekstur kulit
-
membuat kulit terlihat lebih glowing
-
mengurangi garis halus
Karena fokusnya pada kualitas kulit, hasil dari skin booster biasanya terlihat lebih natural. Kulit tampak lebih sehat, lembap, dan segar tanpa mengubah bentuk wajah secara signifikan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American Academy of Dermatology, hyaluronic acid dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit dan meningkatkan elastisitasnya.
Skin booster sering digunakan pada area:
-
wajah
-
leher
-
tangan
-
area bawah mata
Treatment ini biasanya dilakukan dalam beberapa sesi agar hasilnya lebih optimal.
Apa Itu Dermal Fillers?
Berbeda dengan skin booster, dermal fillers digunakan untuk menambah volume pada area wajah tertentu. Perawatan ini juga menggunakan bahan seperti hyaluronic acid, tetapi dengan konsentrasi yang lebih padat.
Dermal fillers biasanya digunakan untuk:
-
mengisi garis nasolabial (senyum)
-
membentuk dagu atau rahang
-
menambah volume pipi
-
mempertegas bentuk bibir
-
mengurangi cekungan di bawah mata
Karena sifatnya menambah volume, dermal fillers dapat memberikan perubahan bentuk wajah yang lebih terlihat dibandingkan skin booster.
Menurut penjelasan dari American Society of Plastic Surgeons, dermal fillers merupakan salah satu prosedur estetika non-bedah yang paling populer di dunia karena hasilnya cepat dan minim downtime.
Penjelasan lengkap mengenai prosedur ini bisa dilihat di:
/cosmetic-procedures/dermal-fillers
Hasil filler biasanya dapat bertahan antara 6 hingga 18 bulan, tergantung jenis produk dan area yang dirawat.
Perbedaan Utama Skin Booster vs Dermal Fillers
Walaupun sama-sama berupa injeksi estetika, terdapat beberapa perbedaan penting antara kedua treatment ini.
1. Tujuan Perawatan
Skin booster fokus pada kualitas kulit, sedangkan dermal fillers fokus pada bentuk dan volume wajah.
Skin booster memperbaiki kondisi kulit dari dalam, sementara filler membentuk atau mengisi area wajah tertentu.
2. Hasil yang Diberikan
Hasil skin booster biasanya terlihat lebih halus dan natural. Kulit tampak lebih lembap, kenyal, dan bercahaya.
Sementara itu, dermal fillers dapat memberikan perubahan yang lebih jelas pada kontur wajah, seperti pipi yang lebih penuh atau bibir yang lebih tegas.
3. Area Perawatan
Skin booster biasanya diaplikasikan secara merata pada area wajah untuk meningkatkan kualitas kulit secara keseluruhan.
Dermal fillers lebih sering digunakan pada titik tertentu seperti:
-
pipi
-
bibir
-
dagu
-
garis senyum
4. Durasi Hasil
Hasil skin booster biasanya bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan, tergantung kondisi kulit dan gaya hidup.
Sedangkan dermal fillers bisa bertahan lebih lama karena bahan yang digunakan lebih padat.
Informasi lebih lanjut tentang prosedur injeksi estetika dapat ditemukan di Mayo Clinic.
Mana yang Lebih Anda Butuhkan?
Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya tergantung pada kondisi kulit dan tujuan perawatan Anda.
Anda mungkin lebih cocok memilih skin booster jika:
-
kulit terasa kering dan kusam
-
tekstur kulit tidak merata
-
ingin mendapatkan efek glowing natural
-
memiliki garis halus ringan
Sebaliknya, dermal fillers lebih cocok jika Anda ingin:
-
memperbaiki kontur wajah
-
menambah volume pipi atau bibir
-
mengisi garis senyum yang dalam
-
mempertegas bentuk wajah
Dalam banyak kasus, kedua treatment ini bahkan bisa dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Skin booster dapat meningkatkan kualitas kulit, sementara filler membantu memperbaiki struktur wajah.
Apakah Kedua Treatment Ini Aman?
Secara umum, skin booster maupun dermal fillers termasuk prosedur estetika yang aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional dan menggunakan produk yang terdaftar secara resmi.
Namun seperti prosedur medis lainnya, tetap ada kemungkinan efek samping ringan seperti:
-
kemerahan
-
bengkak sementara
-
memar ringan di area injeksi
Efek tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa hari.
Karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum melakukan treatment sangat penting agar prosedur yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.
Kesimpulan
Perbedaan utama antara Skin Booster vs Dermal Fillers terletak pada tujuan perawatannya. Skin booster bertujuan meningkatkan kualitas dan hidrasi kulit, sedangkan dermal fillers digunakan untuk menambah volume dan memperbaiki kontur wajah.
Jika Anda ingin kulit terlihat lebih sehat, lembap, dan glowing, skin booster bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun jika Anda ingin mempertegas bentuk wajah atau mengisi area yang kehilangan volume, dermal fillers mungkin lebih sesuai.
Memahami fungsi masing-masing treatment akan membantu Anda menentukan perawatan yang paling tepat untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Baca Juga:
/chemical-peels-untuk-kulit