Ruko Soho Manhattan, Jl. M.H. Thamrin No.8 PIK 2, Kosambi Bar., Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten 15213, Indonesia

Apa Penyebabnya Anagen Effluvium?

Rambut rontok memang sering bikin cemas. Tapi ada satu jenis rambut rontok yang biasanya terasa lebih “drastis” dibanding kerontokan biasa, yaitu Anagen Effluvium. Kondisi ini bisa membuat rambut rontok secara cepat dalam waktu singkat, bahkan kadang terlihat seperti rambut patah atau menipis mendadak. Berbeda dengan Telogen Effluvium yang biasanya muncul beberapa bulan setelah stres tubuh, Anagen Effluvium terjadi ketika rambut yang sedang aktif tumbuh tiba-tiba terganggu oleh faktor kuat, misalnya kemoterapi, radiasi, paparan zat tertentu, gangguan nutrisi berat, atau kondisi inflamasi tertentu pada tubuh. Secara medis, Anagen Effluvium termasuk jenis non-scarring alopecia, artinya kerontokan rambut yang umumnya tidak merusak folikel secara permanen. StatPearls menjelaskan bahwa Anagen Effluvium terjadi ketika rambut fase anagen mengalami gangguan toksik atau inflamasi sehingga batang rambut menjadi rapuh dan mudah patah. Apa Itu Anagen Effluvium? Anagen Effluvium adalah kondisi rambut rontok yang terjadi saat rambut masih berada dalam fase pertumbuhan aktif atau fase anagen. Normalnya, sebagian besar rambut di kulit kepala berada dalam fase ini. Karena itu, ketika fase anagen terganggu, jumlah rambut yang terdampak bisa cukup banyak. Dalam bahasa yang lebih sederhana, bayangkan rambut seperti tanaman yang sedang aktif tumbuh. Kalau akar dan batangnya tiba-tiba terkena gangguan berat, pertumbuhannya bisa berhenti, batangnya melemah, lalu rambut mudah patah atau rontok. DermNet menjelaskan bahwa Anagen Effluvium paling sering berkaitan dengan obat kemoterapi, terutama karena obat tersebut menargetkan sel yang membelah cepat. Sel rambut juga termasuk sel yang aktif membelah, sehingga ikut terdampak. Kenapa Disebut Anagen Effluvium? Istilah ini berasal dari dua kata. Anagen berarti fase pertumbuhan aktif rambut, sedangkan effluvium berarti pelepasan atau kerontokan. Jadi, Anagen Effluvium bisa diartikan sebagai kerontokan rambut yang terjadi saat rambut masih berada dalam fase tumbuh. Ini berbeda dari Telogen Effluvium, yang terjadi ketika rambut masuk terlalu cepat ke fase istirahat lalu rontok beberapa bulan kemudian. Memahami Siklus Rambut Secara Sederhana Supaya lebih mudah memahami Anagen Effluvium, kita perlu tahu bahwa rambut memiliki siklus hidup. Fase Anagen Ini adalah fase pertumbuhan aktif rambut. Pada fase ini, akar rambut bekerja aktif membentuk batang rambut baru. Sebagian besar rambut di kepala berada dalam fase ini. Fase Catagen Ini adalah fase transisi. Rambut mulai berhenti tumbuh dan folikel rambut mulai masuk ke masa istirahat. Fase Telogen Ini adalah fase istirahat. Rambut tidak lagi tumbuh aktif, lalu akhirnya lepas dan digantikan oleh rambut baru. Pada Anagen Effluvium, masalah terjadi saat rambut masih berada di fase pertama, yaitu fase anagen. Karena rambut sedang aktif tumbuh, gangguan yang terjadi bisa membuat batang rambut menjadi lemah, patah, dan rontok dengan cepat. Ciri-Ciri Anagen Effluvium Anagen Effluvium biasanya memiliki tanda yang cukup khas. Kerontokan bisa terjadi cepat dan jumlahnya bisa banyak. Rambut Rontok Mendadak Kerontokan biasanya terjadi dalam hitungan hari hingga beberapa minggu setelah pemicu muncul. DermNet menjelaskan bahwa rambut rontok akibat Anagen Effluvium bisa terlihat dalam beberapa hari sampai minggu setelah penggunaan kemoterapi, sedangkan Telogen Effluvium biasanya baru tampak setelah 2–4 bulan. Rambut Tampak Patah Pada Anagen Effluvium, rambut tidak selalu rontok utuh dari akar. Kadang rambut terlihat patah di dekat kulit kepala karena batang rambut melemah. Kerontokan Bisa Sangat Banyak Karena sebagian besar rambut kepala berada dalam fase anagen, gangguan pada fase ini dapat menyebabkan kerontokan yang luas. Pada kasus berat, rambut bisa menipis drastis dalam waktu singkat. Bisa Mengenai Rambut di Area Lain Tidak hanya rambut kepala, Anagen Effluvium juga bisa memengaruhi alis, bulu mata, janggut, atau rambut tubuh, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Kulit Kepala Biasanya Tidak Selalu Meradang Pada banyak kasus, kulit kepala tidak selalu merah, nyeri, atau luka. Namun, bila penyebabnya adalah penyakit inflamasi atau kondisi kulit tertentu, gejala pada kulit kepala bisa ikut muncul. Penyebab Anagen Effluvium Penyebab Anagen Effluvium biasanya berkaitan dengan gangguan yang cukup kuat terhadap sel rambut yang sedang aktif membelah. Kemoterapi Penyebab paling dikenal dari Anagen Effluvium adalah kemoterapi. Obat kemoterapi bekerja dengan menyerang sel yang membelah cepat. Sayangnya, sel folikel rambut juga termasuk sel yang sangat aktif membelah, sehingga rambut ikut terdampak. Dalam literatur dermatologi, Anagen Effluvium sering disebut sebagai bentuk kerontokan rambut yang khas pada pasien yang menjalani kemoterapi. StatPearls menyebutkan bahwa bentuk dystrophic anagen effluvium paling sering berkaitan dengan kemoterapi. Radiasi Radiasi pada area kepala juga dapat menyebabkan rambut rontok. Tingkat kerontokan tergantung pada dosis, area yang terkena, dan kondisi pasien. Pada beberapa kasus, rambut dapat tumbuh kembali, tetapi pada paparan radiasi yang tinggi, kerusakan bisa lebih berat. Obat-Obatan Tertentu Selain kemoterapi, beberapa obat lain juga dapat memicu rambut rontok tipe anagen. DermNet menyebutkan bahwa beberapa obat seperti colchicine dan ciclosporin dapat berhubungan dengan perubahan rambut, meskipun pola efeknya bisa berbeda pada setiap pasien. Paparan Zat Toksik atau Logam Berat Paparan bahan kimia tertentu atau logam berat dapat mengganggu folikel rambut. StatPearls menyebutkan bahwa Anagen Effluvium juga dapat terjadi pada beberapa bentuk keracunan logam berat. Kekurangan Nutrisi Berat Tubuh membutuhkan energi, protein, mineral, dan vitamin untuk mempertahankan pertumbuhan rambut. Pada kondisi kekurangan protein-energi yang berat, rambut yang sedang tumbuh dapat terganggu. StatPearls mencatat bahwa protein-energy deficiency dapat menjadi salah satu kondisi yang berhubungan dengan Anagen Effluvium. Penyakit Inflamasi atau Autoimun Tertentu Beberapa penyakit yang memengaruhi kulit atau sistem imun juga dapat menyebabkan gangguan pada fase anagen. StatPearls menyebutkan pemfigus dan alopecia areata sebagai kondisi yang dapat berkaitan dengan bentuk Anagen Effluvium tertentu. Anagen Effluvium dan Kemoterapi: Kenapa Sering Terjadi? Kemoterapi sering dikaitkan dengan rambut rontok karena obat ini menargetkan sel yang tumbuh dan membelah cepat. Sel kanker membelah cepat, tetapi sel rambut juga aktif membelah. Akibatnya, rambut menjadi salah satu jaringan tubuh yang ikut terkena efek. Review medis tentang chemotherapy-induced alopecia menjelaskan bahwa kerontokan rambut akibat kemoterapi dapat berdampak besar pada kualitas hidup pasien, bahkan pada sebagian pasien dianggap sebagai salah satu efek samping paling berat secara emosional. Penting untuk dipahami, rambut rontok karena kemoterapi bukan berarti tubuh “gagal”. Ini adalah efek dari cara kerja obat terhadap sel yang aktif membelah. Dalam banyak kasus, rambut dapat tumbuh kembali setelah terapi selesai, walaupun tekstur atau warna rambut bisa berubah sementara. Kapan Anagen Effluvium Biasanya Muncul? Anagen Effluvium bisa muncul lebih cepat dibanding Telogen Effluvium. Pada Anagen Effluvium, rambut bisa mulai rontok dalam beberapa hari hingga minggu